Wempi Satria Wempi Satria

Berlangganan

Isikan alamat email:

Google PageRank Checker

Komentar Terakhir

Sponsor Wempi


Banner 400x50

Kompor Gas Gratis Dari Pemerintah
Dari Wempi - Catatan Harian
Rabu, 14 Oktober 2009 00:00
Kartu Subsidi

Wempi bukanlah orang kaya raya tapi wempi juga gak mau bilang wempi adalah orang miskin gak berpunya *takut kwalat* apapun keadaannya wempi, wempi harus syukuri. Kalau boleh wempi menyatakan untuk saat ini wempi masih dalam keadaan menengah. Selanjutnya wempi harus kaya raya dan semakin rajin buang-buang uang kepada yang berhak. Amin...

Banyak tetangga dan teman-teman bilang wempi adalah orang mampu dan mapan. Namun untuk urusan beli kompor gas beserta tabungnya wempi jujur belum mampu, hehehe...

Pemerintah Kota Medan bersama Pertamina melalui Kepala Lingkungan (Kepling) tempat wempi berdomisili ternyata peduli terhadap ketidakmampuan wempi dalam hal yang satu ini.

Pada suatu malam, Kepala Lingkungan berkunjung ke rumah wempi.

"Wempi, nanti kasih ibu copy KTP dan KK ya, untuk program konversi dari minyak tanah ke gas".

"Waduh bu wempi gak punya KTP dan KK di sini (Medan), punyanya yang dari Padang". Jawab wempi.

"Tidak apa-apa, kan pendatang baru".

Pada hari itu juga wempi copy KTP dan KK dan hari itu juga langsung dikasih ke Ibu Kepala Lingkungan dan tandatangan beberapa dokumen. Lumayan... dapat kompor gas beserta tabung-tabungnya, GRATIS!!!

Beberapa hari kemudian Ibu Kepala Lingkungan datang lagi ke rumah wempi.

"Wempi bayar ya Rp. 25.000,-".

"Loh... kok gitu bu?". Tanya wempi.

"Kan pendatang".

Karena memang sifat wempi gak mau berlama-lama kalo ngomongin soal yang namanya uang apalagi berdebat, wempi kasih aja senilai yang diminta.

Setelah 3 bulan berjalan kompor gas tersebut datang.

Sewaktu pembagian wempi beserta penduduk setempat lainnya begitu riang begitu senang, secara dapat kompor gas gratis dari pemerintah. Sebelum pembagian dilaksanakan Ibu Kepala Lingkungan terlebih dahulu mendemonstrasikan pemakaian danĀ  panggunaan aman kompor gas tersebut. Sebagai kata penutup Ibu Kepala Lingkungan bilang "Dikenakan biaya transport ya...".

"Berapa bu?" Celetuk salah satu warga.

"Alakadarnya saja."

"hehehe". Gumam wempi dalam hati.

Karena kebanyakan warga ngasih Rp. 5000,- wempi pun ngasih senilai nominal tersebut. Karena kalo dilebihkan takut dibilang sok, kalo dikurangin takut dibilang pelit.

Kompor Gas

Sebaiknya kompor minyak tanah wempi diapain ya? Mungkin lebih bagus dijadikan backup saja, pas gas lagi langka wempi pake kompor minyak tanah dan pas minyak tanah lagi langka wempi beralih ke gas.

Hm... masuk akal juga.

Kompor Mitan

Sebagai catatan buat teman-teman: Slang dari kompor gas yang dibagikan oleh pemerintah itu wempi ganti dengan yang baru yang lebih aman, karena slang yang include dalam paket tersebut sangat lembek sepertinya kurang aman.

Untuk membeli gas yang bersubsidi 3kg digunakan kartu kendali seperti gambar paling atas artikel ini di pangkalan-pangkalan.



 

Comments  

 
0 #19 hendro 2009-12-10 18:41
inilah cara pemerintah mengurangi kemiskinan. yg miskin di kasih kompor gas yg gampang meledak. yg kaya jg dikasih tp malah dijual lg. yg miskin terpaksa kompor gas krn ga ada minak lampu. klo kompor gas nya meledak.. trus menewaskan orang, berkurang dech orang miskinnya. pande jg memang pemerintah kita
Quote | Report to administrator
 
 
0 #18 fauzi 2009-11-29 20:50
Dari kartu kendalinya, nampaknya tinggal di Brayan ya Bang, waah salam kenal Bang. fauzi juga tinggal di daerah Brayan Bengkel di komplek PJKA. Sekarang ini ada di padang. kok kayaknya kita rokeran ya Bang. Abang dari Padang ke Medan, fauzi dari Medan ke Padang, Very Happy. btw, blognya bagus ya Bang, jadi pingin niru niih, he he he.

YM :
Quote | Report to administrator
 
 
0 #17 liza 2009-11-16 22:07
menurutku terlalu berlebihan lo ya, maksudnya terlalu berlebihan untuk yang udah punya. Kan udah didata, kalo emang udah punya komgas ya jangan dikasih. kasih aja sama orang yang bener-bener ga mampu. Buat apa buang-buang duit negara kalo yang udah punya masih dikasih juga. Dirumah juga dikasih loh, tau deh bayar apa nggak, males nanya sama yang nerima dirumah hehehe. sampe sekarang malah dibiarin aja digudang. Sapa mauuuu??
Quote | Report to administrator
 
 
0 #16 luna 2009-10-25 06:10
bagus deh gak usah pake kompor gas, bis skarang lagi banyak kejadian "kompor mledug". enakan juga pake kayu bakar, irit ongkos... ya toh?
Quote | Report to administrator
 
 
0 #15 anderson 2009-10-20 22:28
:woohoo: wah, Ibu Kepala Lingkungan nya matre juga...pungli tuh, Wem..
Quote | Report to administrator
 
 
0 #14 Andy MSE 2009-10-19 01:42
di kampung saya semua warga dapat jatah kompor plus tabungnya tidak peduli sudah punya atau belum. soalnya penjatahan ini berkaitan dengan program pemerintah daerah yang mengkonversikan konsumsi minyak tanah rumah tangga ke konsumsi gas. bahkan bagi yang belum terbiasa menggunakan kompor gas, ada training khusus di setiap RT... lumayan lah!
Quote | Report to administrator
 
 
0 #13 andif 2009-10-18 19:02
kalau saya sudah 1 bulan yang itu gas+kompor datang :-)
Quote | Report to administrator
 
 
0 #12 iyoong 2009-10-18 04:42
mudah2an cepat Kaya... B)

biar bisa bagi2 kompor gas ma orang yg berhak nerima...
Quote | Report to administrator
 
 
0 #11 Gandi Wibowo 2009-10-17 23:29
Walah mahal'e... padahal dari pemerintah gratis ya.

BTW kayaknya, slangnya memang harus diganti mas, kurang meyakinkan.
Quote | Report to administrator
 
 
0 #10 Ersis Warmansyah Abbas 2009-10-17 17:07
Hmmm ... saya ngak ngerti kompor malahan ... anak kos, ngak boleh bawa kompor
Quote | Report to administrator
 

Add comment


Security code
Refresh

Wempi Satria
Wempi NoksPi
Plugin Joomla AutoSEO 1.2 by geekspace.free.fr