|

Ke Pontianak wempi ngambil tiket penerbangan pada hari sabtu supaya bisa melihat sedikit-sedikit kota jakarta pada hari minggu sekalian mau membeli cd software di ratu plaza.
Tiketnya sih boleh ambil jadwal akhir pekan namun karena waktu tugas kenegaraan tersebut sesuai surat perintah kapten tertera hari senin jadinya segala biaya dihari sabtu dan minggu menjadi tanggungan pribadi, termasuk juga penginapan selama di jakarta. Beruntung sekali ada keluarga yang bekerja di pt semen padang sehingga soal penginapan tidak terlalu jadi persoalan.
Dari bandara soekarno hatta wempi menaiki damri ke terminal rawamangun dan dilanjutkan dengan metromini ke arah terminal kampung melayu. Tidak habis sampai disitu saja wempi juga harus naik mikrolet lagi untuk mencapai jalan otista 3 tempat dimana mess semen padang itu berada.
Mess ini memiliki ruang tengah yang super luas dilengkapi tv yang super besar juga. Kamar yang tersedia untuk tamu di mess ada 5 buah kamar, 2 disebelah kiri dan 3 sebelah kanan.
Sesampai di mess wempi disambut oleh petugas mess yang biasa dipanggil mamak. Walaupun yang bersangkutan betawi asli, entah mengapa dan entah siapa yang memulai duluan lekatlah gelar dari ranah minang itu kepadanya, hingga sekarang. Petugas mess [mamak] diberi ruang tersendiri di lantai 2 untuk privasi dia bersama istrinya yang cantik dan sepasang putra-putri mereka yang cerdas dan santun. Wempi terkadang ngiri juga, hehe... Perkataan mereka yang slalu terngiang ditelinga wempi setiap mau pergi "Mau kemane?"
Wempi menempati kamar nomor 5, kamar yang paling besar dengan 3 bed didalam dan satu-satunya yang memiliki kamar mandi didalam. Sebagian besar tamu yang datang tidak mau menempati kamar tersebut karena dulu dikamar itu pernah ada tamu yang meninggal disana, seorang tamu gaek yang memang bertujuan untuk berobat ke jakarta. Apa daya ajal tak dapat ditolak beliau meninggal di jakarta, dikamar yang wempi inapi. innalillahi wa inna ilaihi rojiun...
Dan wempi pun baru tahu hari itu, sudah terbayang saja tidur sendirian di kamar besar dengan 3 bed didalam. hiiii.....!!!!!
Dari sekian banyak tamu, ada satu tamu di kamar nomor 2 yang wempi ingat dan wempi tanya kepada mamak, "mana ibu yang nginap di kamar nomor 2 kok tidak ada lagi".
Mamak menyampaikan kalau si ibu dan anaknya yang artis cilik itu sudah tidak di mess lagi dan sudah ngontrak di luar. "Mungkin karena terlalu banyak tamu yang mempermasalahkan keberadaan mereka yang sudah berbulan-bulan di mess, akhir kata ibu itu beserta anak itu mengalah dan memimilih ngontrak diluar walaupun sebenarnya dia memiliki surat resmi".
Ah, kasihan sekali... padahal anaknya lah yang membuat wempi bisa masuk acara party artis-artis di ibu kota, dapat melihat secara langsung artis berinisial CA nan seksi berpakain 'agak' terbuka dan tanpa beha, hehe.... "Memang begitulah mak penyakit beberapa orang dikampung wempi pancemeeh, ongeh dan pambingik".
Dulu rasanya wempi pernah dibuat sakit hati sama ibu-ibu dengan riasan alis tipis dilukis tegak melenting ke langit, bedaknya yang tebal kayak dempul serta bibirnya yang merah merekah tebal juga mungkin bisa dialihfungsikan menjadi bantalan stempel di kantor pos tanpa perlu diusut KPK. Sambil menunggu waktu maghrib, ibu ini marah-marah. "heh... kamu gak boleh pakai kain sarung di sini, ntar bapak itu marah-marah, dia gak suka lihat orang pakai sarung". Entah bapak siapa yang ibu itu maksud.
Sore menjelang, kopi yang disuguhkan petugas mes sudah kering. Wempi pun pamit ingin mandi dikamar nan 'spesial' itu. Selesai mandi ada tamu 2 orang baru datang dari padang. Maksud dan tujuan mereka tentu saja mau nginap di mess ini, wempi dengan sigap menawarkan kamar wempi, hehe... biar ada teman seperjuangan melawan ketakutan nanti malam.
Tamu dari padang ini memiliki wajah yang rasanya tidak begitu asing bagi wempi. Ingin tanya tapi takut salah orang, yah... didiamkan saja lah.
Selepas maghrib kami bertiga ngobrol-ngobrol di kamar yang katanya berhantu itu. Sampailah terbuka suatu fakta, ternyata memang benar perkiraan wempi tadi. Orang ini adalah guru smp wempi sewaktu sekolah di sltp semen padang dulu. Selain guru matematika beliau juga wali kelas wempi di kelas I.2. Bapak Ijal Kampai namanya. Horeee... wempi masih ingat nama bapak... hahaha...
Bapak itu happynya minta ampun tanpa sengaja bisa ketemu mantan anak didik di jakarta dan tidak lupa namanya.
"Bapak sudah tidak di sltp semen padang lagi sudah pindah ngajar di sd negeri, bapak ke jakarta mengikuti pelatihan".
Acara ngobrol-ngobrol terus berlanjut hingga ke jalan bahkan sampai ke rumah makan [makan malam tentunya], "kedai nasi ini banyak meninggalkan kenangan di memory otak wempi pak. Di kedai inilah wempi tau kalau nasi uduk, nasi gudek, nasi rames dan nasi-nasi lainnya ternyata beda-beda".
"Ada lagi sewaktu pramusaji menawarkan suatu menu, entah apa namanya, setelah sampai di meja wempi ternyata menu itu adalah nasi putih yang digenangi sama gulei terong nan manis, kuah santannya banyak membuat nasinya tak tampak lagi".
"Di kedai ini juga wempi tau apa itu kepanjangan dari STMJ, Sekali Tembak Muncrat Jauh".
-------------
Hari minggu pagi, bangun tidur, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi.... ternyata tidak ada kejadian aneh-aneh selama tidur di sabtu malam. Sesuai agenda, sekitar jam 11 wempi sudah berangkat ke ratu plaza mau beli beberapa cd software. Dan keliling jakarta murah meriah menggunakan tije, sebuah layanan transportasi umum mewah di jekate. wempi beli cd/dvd linux mandriva, fedora, dan ubuntu yang ternyata kualitas bajakan serta beberapa cd/dvd software buatan mikocok [microsoft -red], yang gak ada satupun yang bisa diinstall sesampai di rumah, setiap di install file corrupt melulu.
Wempi tidak lupa sempatkan diri buat beli baju, biar bisa ma-ongeh [nyombong -red] ke orang rumah kalo ini baju belinya di jekate, hehe...
-------------
Senin pagi wempi dan pak ijal saling berpamitan, karena beliau akan mengikuti pelatihan sedangkan wempi akan melanjutkan perjalanan tugas kenegaraan ke pontianak.
So long pak ijal, sampai ketemu lagi dilain waktu dan kesempatan. Sukses selalu buat wempi, eh.. buat pak ijal juga kok.
|
Comments
ohya wempi itu STMJ itu untuk apa ya?kok aneh ya? kok beda sama yg aku tau
gambarnya bagus tuh mas
btw singkatanya STMJ boleh juga itu,,haha,,
pengen bisa ke jakarta
manteb nih jalan2 ke Jakarta.
gambarnya kayak di buku 100 tokoh Jakarta yg digambar Benny and Mice.
terima kasih dan mohon maaf
salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
indah hehehe
RSS feed for comments to this post