|

Si Tole salah seorang juragan rumah sewa di kota medan mencak-mencak ke petugas kasir di tempat pembayaran tagihan PLN online tidak jauh dari ladang kontrakannya itu. "Apa pulak ini tagihan aku nyampe dua juta lima ratus ribu? Babi! Mana mungkin? Daya listrik di rumah aku kan cuman 900VA. Dengan tagihan segitu satu bulan ini apa klen nggak mikir itu bisa saja pencurian arus?"
"Maaf kak, kami ini cuman loket pembayaran online. Kami bermitra sama BNI. Soal tagihan kakak itu tanyakan saja sama PLN. Kami mana tahu itu. Kalau kakak mau bayar boleh, kalau gak mau bayar ya sudah gak usah bayar."
Si Tole dikarenakan memang nggak bawa uang dua juta lima ratus ribu akhirnya balik kanan sambil terus mencak-mencak di sertai tatapan nahan ketawa dari para pelanggan setia PLN yang lagi ngantri bayar.
Tole rupanya menuju rumah sewanya yang lagi bermasalah soal tagihan listrik yang nyampe dua juta lima ratus ribu itu. Sambil terus mencak-mencak "Babi! ini PLN gila, mau bikin bangkrut aku."
Sesampai di salah satu unit rumah sewanya itu Tole meng-crosscheck angka dimeteran dengan catatan yang dia dapatkan dari loket tadi. Tole mengernyitkan dahinya. Enggak ngernyit-ngernyit kali lah, cuman sekedar menampakkan bahwa si tole lagi keheranan.
Tole heran karena angka di meteran sama dengan yang dia dapatkan dari loket. Dahinya semakin bergernyit, tagihan sebesar 450kwh ini siapa yang make padahal satu bulan ini rumah sewa kosong.
---------
"Hei kampret, kau ngontrak ada main mata ya sama petugas nyatat meteran kok selama kau ngontrak tagihan kau limpul [lima puluh ribu -red] terus. Pas aku bayar baru dicatat meteran asli sampe dua juta lima ratus ribu?" Cerocos Tole ke mantan konsumennya begitu ada kesempatan bertemu.
"Ah... mana ku tau kak. Berapa yang ditagih segitu lah yang ku bayar. Pembayaran ku pun tidak pernah telat. Di akhir sewa tagihan listrik juga tetap aku bayar." Jawab yang kena cerocos.
Tole akhirnya terpaksa membayar tagihan dua juta lima ratus ribu tersebut dari pada listriknya diputus, Sedangkan aduan keberatannya ke PLN tetap dengan hasil harus membayar segitu karena memang angka meteran dengan yang ditagih angkanya sama dan disertai respon klasik yaitu "Kami terus-menerus melakukan pembenahan dan pembinaan kepada petugas pencatat meter untuk meningkatkan akurasi baca meter."
---------
Nah.... wahai teman-teman juragan kontrakan / rumah sewa, cerita di atas suatu saat bisa saja menimpa diri teman-teman dalam menjalankan usaha peternakan kontrakan. Penyebabnya bisa karena:
- Petugas pencatat yang memang ngawur, tidak pernah datang ke rumah cuma berdasarkan reka-reka saja.
- Atau mungkin memang terjadi main mata antara si penyewa dengan petugas pencatat meteran.
Untuk itu ada solusi yaitu:
- Catat meteran awal sewaktu disewakan disaksikan sipenyewa rumah jika perlu dicantumkan dalam surat sewa menyewa rumah, begitu juga pada saat akhir sewa sepertinya perlu juga dicantumkan dalam perjanjian jika tagihan akhir tidak sama dengan dimeteran apa perlakuannya.
- Atau ganti meteran rumah teman-teman dari yang awalnya sistem pascabayar menjadi prabayar.
|
Comments
peternakan kontrakan
uughhh... kapan iia?!?!
selamat menjalankan ibadah puasa
semoga amal ibadah kita diterima di sisi-Nya, amien
RSS feed for comments to this post