|
Gambar di atas adalah jalan bilal medan yang wempi lalui sewaktu berangkat kerja setiap harinya. Jalan tersebut sudah sering diperbaiki namun seminggu setelahnya berlubang kembali bak kubangan kerbau. Entah dimana salahnya. Ditambah dengan truk gandeng bulog yang sering lewat disini. Complicated...!!! menambah daftar panjang dalih pemuka kota untuk menjawab pertanyaan warga medan kenapa jalan yang baru ditambal begitu cepat rusak kembali.
Sekitar 60% bahkan mungkin sudah 80% jalan yang ada di kota medan ini rusak parah. Perbaikan yang dilaksanakan instansi terkait terasa tidak sebanding dengan laju kerusakan jalan yang terus saja bertambah tiap harinya.
Ternyata tidak hanya soal sampah saja yang belum becus dikelola oleh instansi terkait di kota ini, infrastruktur jalan dan sarana pendukungnya juga tidak diperhatikan.

Di jalan pancing (williem iskandar) depan komplek ruko kaum elit, sejak wempi mulai hijrah ke medan tahun lalu sampe sekarang tidak ada perubahan sedikitpun ke arah yang lebih baik. Kondisinya benar-benar sudah bisa dijadikan arena kolam pancing dan beternak bebek dikala hujan. Memprihatinkan...

Saking kesalnya, warga menanam pohon pisang di tengah jalan itu.

Perbaikan (menambal sulam) jalan yang berlubang memang tiap hari dilaksanakan, tapi tau gak teman-teman apa alat-alat yang pekerja gunakan? cuma pacul dan sekop gak ada alat beratnya kalau pun ada alat beratnya "ringan" banget, hahaha.... Alhasil jalan asal tempel dan tidak rata seperti jalan dekat universitas muhammadiyah sumatera utara hingga ke rm. ayam penyet wongsolo.
Padahal kata para insinyur, sebenarnya musuh utama aspal itu adalah air. Jalan selalu digenangi air karena parit di kanan dan kiri jalan tidak berfungsi dengan baik. Bahkan ada yang paritnya sudah hilang. Dibeton sama pemilik ruko-ruko yang berada di pinggir jalan dan berubah fungsi menjadi lahan parkir. Otomatis kalo gak rumah yang kebanjiran ya jalan.
Jika paritnya tidak ada dan tidak lancar sampai mampus pun itu jalan diperbaiki gak akan selesai-selesai. Atau emang sengaja biar ada kerjaan terus. tak tahulah awak.
Berhubung sekarang musim penghujan, bina marga medan lagi giat-giatnya menggali parit. Tapi lagi-lagi dan lagi-lagi anehnya tanah bekas galian tidak langsung diangkut namun dibiarkan begitu saja di pinggir jalan. Dikala hujan turun tanah bekas galian kembali masuk kedalam parit dan menimbun jalan. Jika hari sedang panas terik tanah galian yang menimbun jalan berubah wujud menjadi debu.

Sebagian warga ada yang mengatasi masalah ini dengan menyiramkan air kejalan. Tapi apa yang terjadi? tuh debu berubah wujud menjadi lumpur. hahahaha..... mengatasi masalah dengan masalah. Seteress gua!!!
Dari pengamatan wempi di jalan bambu 2 medan yang sering wempi lalui sewaktu pulang kerja, paritnya sudah berulang kali digali hanya gara-gara tanah galian sebelumnya masuk lagi ke parit. Allahuakbar...! sungguh bego'nya instansi yang mengurusi hal ini, atau memang gak ada niat sama sekali untuk mengurusi hal ini.
Pemilik ruko pinggir jalan juga indehoy begok nya. Parit kalo dibeton gimana cara bersihinnya? Tidak dibeton aja paritnya gak pernah klen bersihin apalagi dibeton.
Sumber gambar : dnaberita.com, dennysitohang.wordpress.com
Pada kesempatan kali ini wempi juga mau menyampaikan terimakasih kepada tukangpoto atas freya award yang diberikan buat wempi. Walaupun wempi gak tau ini award tentang apa, yang pasti semoga award ini selalu mepererat dan menambah tali silaturahim persahabatan.
|
Comments
v baru ja nyobain jeleknya jalanan kota medan....waktu tes dpemkot medan wemp....
dimana2 jalannya oneway lah....yg dekat malahan jd jauh musti muter2..
v jg dpt kabar dr temen dmedan sana...kalo ganti walikota maka jalan oneway nambah lagi...
beneran ya???
Salam kenal Bang.
ciri khas kita itu bang,..
hahahhahahha(pa srah) :unsure:
Ngenesnya lagi, jalanan yang paling rusak itu ada persis di depan sebuah pabrik yang sering keluar masuk container, coba itu yang punya pabrik kan pelit sangad yah, ga merasa bersalah dia klo jalanan itu rusak krn container keluar masuk.
Upss... sorry jadi curhat
*anak medan di tanah rantau yg komeng niy*
RSS feed for comments to this post