|

Sedih rasanya melihat teman-teman sebangsa dan senegara berdemo depan di kantor pertamina medan yang jalannya setiap hari wempi lalui dari rumah ke tempat kerja. Demo ini untuk menuntut agar harga minah dapat turun kembali dan mudah didapat. Saat ini teman-teman di kota medan dan sekitarnya mengeluhkan "Minah... sudahlah mahal langka pulak."
Ada [mungkin] lima alasan kenapa teman-teman berdemo tidak mau pakai gas dan ingin rujuk kembali dengan minah.
Alasan yang pertama adalah keamanan. Teman-teman sudah terlanjur ditakuti dengan penggunaan kompor gas yang tidak aman dan mudah meledak ditambah lagi pemberitaan media massa yang menampilkan kengerian akibat kompor gas meledak. Padahal... baik kompor gas maupun kompor minah kalau meleduk tetap saja bahaya, teman-teman tentu pernah mendengar berita kompor minah meleduk mengakibatkan rumah ratusan petak hangus terbakar dan membuat orang luka bakar, tapi hal ini menjadi hal yang biasa dan lumrah sedangkan untuk kompor gas meledak akan menjadi berita yang luar biasa. Memang kompor gas dalam penggunaanya ada beberapa perlakuan yang khusus.
Anehnya lagi teman-teman ada yang menjual kompor gas yang sudah diberikan secara subsidi itu tapi ada yang beli loh... [aman atau tidak sih itu kompor gas? kok masih ada yang mau beli]
Alasan yang kedua adalah faktor kebiasaan dan belum siap menerima perubahan. Teman-teman sudah terbiasa menggunakan kompor minah karena kebiasaanya itu mereka tidak rela harus berpisah dengan minah, boleh disebut minah adalah cinta sejati mereka akan diperjuangkan selama hayat masih dikandung badan. Hidup Minah!!!
Alasan yang ketiga adalah kwalitas. Disinyalir ada produk kompor gas subsidi dari pemerintah berkwalitas rendah, ada yang memakai barang bekas [daur ulang apa salahnya toh], regulator dan slang yang berkwalitas rendah. Padahal lulus SNI.
Slang dan Regulator kompor gas wempi dari paket yang diberikan oleh pemerintah kemaren terpaksa wempi ganti karena datangnya seseorang mengatasnamakan pertamina menjual slang dan regulator seharga Rp. 300.000. Sangat disayangkan bukan... disaat orang lagi kalut mikirin minah ada pula petugas yang memberitakan kalo slang dan regulator dari paket kompor gas yang diberikan oleh pemerintah tersebut berkwalitas rendah , kemudian memberikan alternatif lain berbayar berupa slang dan regulator yang mereka bawa. Wempi beli di swalayan saja bukan ke mereka, hehe... terimakasih atas berita yang diberikan. Namun... tetangga wempi pake kompor paket tersebut seluruhnya, sudah berapa bulan nih, aman-aman aja tuh. Jika teman-teman bertemu dengan makhluk mengatasnamakan pertamina ini laporkan saja ke buaya, eh polisi maksudnya. Siapa tau bisa dijerat dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah.
Alasan yang keempat adalah karena minah memang tidak tergantikan. Teman-teman nelayan butuh minah untuk menyalakan petromaks saat melaut pada malam hari. Kasihan sekali nelayan kita, dulu mereka nyampur minah dan solar untuk menghidupkan mesin tempel karena susahnya nyari solar yang langka, sekarang mereka susah nyari minah untuk sekedar menyalakan petromaks. Apakah harus diganti dengan solar atau bensin aja sekalian buat menghidupkan petromaks. [Tapi sebenarnya sih, kalo pinter itu mesin tempel harusnya bisa menghasilkan listrik].
Selain pertamina perusahaan pelat merah lainnya [yang sedari datuk wempi masih hidup sampai datuk wempi sudah meninggal] byar pet melulu apa lagi kalau bukan PLN. Untuk penerangan warga pake lampu teplok lagi-lagi butuh minah dan tidak bisa tergantikan. Padahal. sih.. kalau pinter sekarang sudah banyak lampu hemat energi yang bisa di charge yang murah meriah dan tidak rawan kebakaran.
Alasan terkakhir yang kelima adalah warga belum terima kompor gas bersubsidi tersebut terutama di daerah-daerah sedangkan minah sudah terlanjur langka dan membuat harganya semakin mahal. Lebih mahal dari pada bensin dan solar.
Ini semua sudah terjadi, jadi apa yang mesti kita lakukan sebagai rakyat indonesia. Apa saran dari pembaca tulisan wempi yang budiman? Berdemo, kah??
|
Comments
juga pernah ada orang yg datang mengatasnamakan pertamina, tapi karena waktu itu mantan pacar yg dirumah, iya-2 saja saat harus beli selang & regulator yg katanya direkomendasika n ... sebenarnya ini mirip dgn penipuan karena harga aslinya setelah sy cek dipasaran separonya saja ...
mengenai minah, selayaknya tetap disuply, karena masih banyak saudara-2 kita yg memerlukannya ..
RSS feed for comments to this post